Fadli Zon Sebut Jokowi Plonga Plongo, Alexander: Tolong #DivisiHumasPolri, Ini Diproses


Peningkatan kasus positif Covid-19 dalam beberapa hari terakhir menimbulkan polemik di tengah masyarakat.
Sebagian masyarakat yang merasa telah berkorban dengan mematuhi anjuran pemerintah untuk di rumah saja dan menjaga jarak, menyalahkan masyarakat yang nekat berkerumun untuk berbelanja di pasar atau pusat perbelanjaan yang beberapa hari terakhir dibuka.
Namun, menurut Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, , masyarakat tidak bisa disalahkan karena dalam hal ini pemimpin lah yang justru salah akibat kebijakan yang plin plan atau mencla mencle.
Pernyataan ternyata mengundang riuh rendah warganet. Akun Facebook @Alexander Sakura, Sabtu (23/5/2020) membagikan tautan dan berkomentar:
Fadli Zon, ini sudah nyerang pribadi, tolong #DivisiHumasPolri ini di seret dan diproses sesuai undang2 yang berlaku. Omongannya sudah kelewat batas kepatutan sebagai anggota dewan.
Kenapa Badan Kehormatan DPR bungkan tidak bertindak thd anggotanya dalam Menjaga Martabat Dan Perilaku Para Anggota DPR-RI.
#BKDPR_RI_BUNGKAM
@Siti Azizah: Waduuuuhhh...Fz smakin streeesss. Bingung cari cara jatuhkan Jokowi.. Diapak-apak 'ke p.Jokowi ttp tegak tidak brgeming... Streess...streess...streess
@Herlina: Yg dongok tu anda zonk
@Resny Sabanari: Kambing gemuk yg gk ada gunanya..makan gaji
Sebelumnya diberitakan, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, mengatakan bahwa masyarakat tidak bisa disalahkan karena dalam hal ini pemimpin lah yang justru salah akibat kebijakan yang plin plan.
"Jgn salahkan rakyat. Yg salah memang pemimpinnya, plin plan, mencla mencle, plonga plongo, inkonsisten, bingung, apalagi ya sinonimnya ..." kata Fadli di akun Twitter nya, Jumat (22/5/2020).
Komentar Fadli itu senada dengan Rachel Maryam, politisi dari Partai Gerindra yang juga menganggap pemerintahlah yang kebijakannya berubah-ubah.
"Kok jadi nyalahin masyarakat gak taat aturan si? Wong aturannya aja berubah-ubah kok. “Gak perlu belanja lebaran” tapi mall udah boleh buka. “Jangan mudik” tapi pesawat boleh terbang. Kan gak jelas!" Sungut Rachel di akun Twitternya.
Sebelumnya, pada Kamis (21/5/2020) lalu, tercipta rekor penularan covid-19 tertinggi yaitu sebesar 973 kasus. Pemerintah menyatakan angka tersebut adalah yang tertinggi.
"Peningkatan ini luar biasa dan peningkatan inilah yang tertinggi ini terjadi di Jawa Timur khususnya," kata jubir pemerintah untuk penanganan COVID-19, Achmad Yurianto, lewat YouTube BNPB, Kamis (21/5/2020).

Pages

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close