Dubes RI Di Saudi Angkat Bicara ! Habib Rizieq Bisa Pulang Dengan 2 Syarat. Waduh, Berat !


CNN

Ribut-ribu soal Habib Rizieq (HRS) , pasca Pilpres ini, akhirnya Dubes RI di Saudi, Agus Maftuh angkat bicara. Ia mengatakan bahwa HRS memang terjerat kasus yang cukup serius sudah setahun lamanya. Penyelesaiannya tak mudah , dan Ia bisa ditahan karnanya.
Ia mengatakan kasus yang secara jelas terlihat adalah, soal izin tinggalnya yang sudah overstay sejak Juli 2018 dan harus dibayar dendanya jika ingin meninggalkan Saudi. Menurutnya, dendanya tidaklah murah seperti yang berlaku di Saudi. Jika ingin pulang , dua syarat harus terpenuhi.
Yang pertama membayar denda atas overstay-nya itu dan yang kedua, meminta amnesti kepada Kerajaan Saudi, tetapi berresiko ditahan.
dibayar dendanya. Namun bisa juga tak bayar tetapi sebagai gantinya Ia bisa ditahan sekitar delapan bulan lamanya bahkan lebih.
Selain kasus itu, Pengacara HRS di Jakarta juga mengatakan, soal bendera hitam yang ditempel di rumahnya beberapa waktu lalu , juga hal serius tersendiri.
Sebagaimana CNN Indonesia melaporkan, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh menyatakan bahwa Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab sudah tak memiliki izin tinggal di Kerajaan Arab Saudi (KAS). Rizieq telah melampaui izin masa tinggal overstay di Tanah Suci itu sejak 21 Juli 2018 lalu.
Duta Besar RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel mengatakan masalah overstay ini yang membuat Rizieq tak bisa pulang ke Indonesia. Agus menyebut Rizieq harus membayar denda over stay terlebih dahulu jika ingin meninggalkan Saudi.

Agus Maftuh (tribunnews.com )

"Ya bayar denda overstay (bila ingin keluar Arab Saudi). Satu orang Rp110 juta, kalau lima orang, ya, tinggal kalikan saja," kata Agus saat dikonfirmasi, Rabu (10/7) dikutip CNN Indonesia.
Agus mengatakan denda tersebut harus dibayar oleh Rizieq dengan catatan yang bersangkutan tak memiliki masalah hukum. Namun, Agus tak tahu apakah Rizieq punya masalah hukum di sana. Ia menyatakan Rizieq lah yang bisa menjawab hal tersebut.
"Jika ada masalah hukum meski bayar denda, ya, tetap saja enggak bisa keluar sebelum selesaikan masalahnya," ujarnya.
Agus menyatakan masalah over stay ini bisa diselesaikan oleh Rizieq tanpa harus membayar denda. Caranya, kata dia, Rizieq bisa mengikuti program Amnesti yang dibuat Kerajaan Arab jika ingin gratis alias tak membayar denda.
"Tiga tahun yang lalu ada amnesti. Pengampunan dari kerajaan," katanya.
Agus mengungkapkan ada cara lain yang bisa ditempuh Rizieq jika ingin pulang ke Indonesia. Namun langkah tersebut tergolong ekstrem. Menurutnya, cara ekstrem tersebut bisa dilakukan dengan datang ke detensi imigrasi setempat agar ditangkap dan dideportasi.

Tempo.co

Ia menjelaskan proses tersebut akan memakan waktu panjang karena bisa ditahan terlebih dahulu selama enam sampai sepuluh bulan di penjara imigrasi sebelum dideportasi. Cara itu juga memiliki resiko tak boleh masuk ke Saudi dalam kurun waktu lima tahun bahkan lebih.
Nah, mbulet kan, dengan fakta-fakta itu belum lagi sejumlah kasus hukum di dalam negeri sendiri, bisa dikatakan HRS menghadapi hal yang dilematis bak buah smalakama.
Jika pulang harus bayar denda mahal, belum lagi kasusnya soal bendera hitam juga tak jelas. Sementara jika pulang ke Tanah Air, bisa jadi polisi juga sudah menyiapkan panggilan atas sejumlah kasus lamanya yang kabarnya lumayan serius, baik yang sudah dinyatakan ditutup maupun yang masih bersifat sebagai saksi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dena Rachman Bahagia Dilamar Pria Bule Ganteng, Lucinta Luna Malah Kena Sindir Begini....

Tegar Mantan Pengamen Cilik Punya Pacar yang Seksi Abis, Lihat Foto-fotonya!

Pantesan Gak Pernah Goyang Kalau Manggung, Via Vallen Ternyata